Showing posts with label manajemen. Show all posts
Showing posts with label manajemen. Show all posts

Monday, March 1, 2021

BPKAD KABUPATEN SERANG

    KABUPATEN SERANG, Kabupaten Serang merupakan salah satu dari delapan kabupaten/kota di Propinsi Banten,terletak diujung barat bagian utara pulau jawa dan merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa dengan jarak ± 70 km dari kota Jakarta, Ibukota Negara Indonesia.Luas wilayah secara administratif tercatat 1.467,35 Km2 yang terbagi atas 28 (dua puluh delapan) wilayah kecamatan dan 320 desa,Secara Geografis wilayah Kabupaten Serang terletak pada koordinat 5°50’ sampai dengan 6°21’ Lintang Selatan dan 105°0’ sampai dengan  106°22’ Bujur Timur. Jarak terpanjang menurut garis lurus dari utara keselatan adalah sekitar 60 km dan jarak terpanjang dari Barat ke Timur adalah sekitar 90 km, sedangkan kedudukan secara administratif  berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara dibatasi dengan Kota Serang dan Laut Jawa
  • Sebelah Timur dibatasi oleh Kabupaten Tangerang
  • Sebelah barat dibatasi oleh Kota Cilegon dan Selat Sunda
  • Sebelah Selatan dibatasi oleh Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Sebaran Kawasan Budidaya

    Kondisi lahan di Kabupaten Serang terbagi menjadi dua bagian yaitu kawasan lindung dan kawasan budidaya. Kawasan budidaya, sebagian besar penggunaan lahannya terdiri atas persawahan yaitu seluas 54.145,40 Ha yang terdiri dari sawah tadah hujan seluas 31.079 ha, sawah irigasi seluas 23.066.40 Ha, yang sebagian besar berada di Serang Bagian Utara yang membentang mulai dari Kecamatan Kramatwatu Bagian utara, Kasemen, Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Tegalan seluas 39.912,35 Ha tersebar diseluruh Kabupaten Serang, kebun campuran seluas 39.159,10 Ha yang sebagian besar berada di Wilayah Serang bagian Selatan diantaranya Kecamatan Petir, Tunjung Teja, Baros, Curug, Pabuaran, Padarincang, Ciomas, Gunungsari, Mancak dan Kecamatan Cinangka , perkampungan seluas 20.121,97 Ha yang tersebar di seluruh Kabupaten Serang, perumahan seluas 8.680 Ha, dan jasa seluas 3.305,26 Ha sebagian besar terkonsentrasi di Wilayah Kota Serang dan Kramatwatu, sehingga luas lahan budidaya secara keseluruhan sejumlah 106.043,01  Ha.

Kawasan Lindung

Kawasan lindung di Kabupaten Serang tersebar di seluruh wilayah, yang meliputi sempadan sungai dan sempadan pantai, sedangkan kawasan lindung selain sempadan sungai dan pantai, terdapat diwilayah Serang Selatan dan Utara yaitu diwilayah Ciomas, Padarincang, Mancak dan Kramatwatu, sedangkan diwilayah utara terdapat di Kecamatan Bojonegara dan Puloampel. Perkembangan yang terjadi terhadap keberadaan hutan lindung ini mengalami penurunan, sehingga diperkirakan telah terjadi penyusutan luas hutan lindung 4361,79 ha dari 17906,61 ha menjadi tinggal 13544,82 ha.

Keadaan Penduduk

    Penduduk Kabupaten Serang data tahun 2019 berjumlah 1.508.397 jiwa, dengan komposisi sebagai berikut 764.097 jiwa (51,1 %) laki-laki dan 744.300 jiwa (48,9 %) perempuan (https://banten.bps.go.id/indicator/12/46/1/penduduk-menurut-jenis-kelamin-dan-kabupaten-kota-di-provinsi-banten.html)

Kabupaten Serang memiliki lahan pertanian sangat luas yang dikelola oleh masyarakat. Memberikan hasil pertanian yang beragam seperti buah-buahan pisang, mangga, rambutan dan durian untuk konsumsi lokal dan memasok kebutuhan buah kota Jakarta. Serang juga memiliki perkebunan rakyat yang menghasilkan kelapa, kacang tanah, melinjo kopi, cengkeh, lada, karet, vanili, kakao dan bumbu-bumbu. Juga untuk memenuhi kebutuhan lokal serta lebih banyak untuk memasok kebutuhan Jakarta.

Di sektor industri, terdapat dua Zona Industri yaitu Zona Industri Serang Barat dan Zona Industri Serang Timur . Zona Industri Serang Barat terletak di Kecamatan Bojonegara, Pulo Ampel dan Kramatwatu dengan luas total 4.000 Ha berada disepanjang pantai Teluk Banten untuk pengembangan industri  mesin, logam dasar, kimia, maritim dan pelabuhan.

Sedangkan Zona industri Serang Timur terletak di Kecamatan Cikande, Kibin, Kragilan dan Jawilan dengan luas kawasan industri 1.115 Ha. Terdapat beberapa kawasan industri seperti Nikomas Gemilang, Indah Kiat dan Cikande Modern. Total perusahaan industri besar dan sedang di Kabupaten Serang sebanyak 145 perusahaan.

Sosial Budaya

    Masyarakat Serang dan Banten tidak bisa dilepaskan dari ekspresi kesenian bernafaskan agama islam, yang sangat mendominasi seni budaya Serang dan Banten pada umumnya.

Debus merupakan salah satu atraksi kesenian kebanggaan yang tumbuh subur di wilayah Serang. Permainan Debus bernuansa magis, dan kadang dan kadang membuat miris dan ngeri yang melihatnya. Tapi permainan ini sekaligus sebagai bukti betapa manusia mampu bertahan dari ancaman apapun asalkan beriman dan bertakwa.

Debus merupakan kesenian khas Kabupaten Serang. Asal-Usul kata “Debus” itu sendiri belum jelas, tapi ada yang berpendapat kata Debus berarti “Tembus”. Pada permainan Debus memang ada atraksi berusaha menembus tubuh manusia dengan logam runcing ukuran besar, bahkan dipalu dengan palu besar. Kesenian Debus bersifat turun temurun dan hanya diwariskan secara terbatas. Tidak ada lembaga formal yang khusus mendalami dan mendidik pemain Debus. Semua berlangsung informal dan tradisional. Muncul Secara alami dan tumbuh di daerah pedesaan tanpa rekayasa, trik atau tipuan.

Potensi wisata

    Selain sektor industri, Kabupaten Serang juga memiliki potensi dibidang pariwisata dengan potensi yang cukup besar. Hal ini meningat terdapat lokasi wisata berupa Pantai Anyer dan Kawasan Haeritage Banten Lama, Rawa Dano, Cagar Alam Pulau Dua, Pemandian Air Panas Batukuwung serta Air Terjun . Jumlah Hotel di Kab. Serang : 86 Hotel, Objek Wisata :74 Lokasi (Sumber Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga  Kab. Serang,2011)

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (BPKAD)KABUPATEN SERANG

            Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Serang beralamat di Jl. Tb. Bakri No. 138, Kotabaru Kec. Serang, Kota Serang, Banten 42112, Indonesia. Telp: (0254) 200983, Email: bpkadkabserang@gmail.com

            Sebelum Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Serang bediri, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) masih dalam penggabungan dengan Sekretariat Daerah yang disebut dengan bagian Anggaran dan Perbendaharaan, dan setelah ada SOTK baru dan ada beberapa perampingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 18 Tahun 2016 yang disebut Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga berdirinya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Serang yaitu pada tahun 2016 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Serang , dan Peraturan Bupati (PERBUP) No. 54 Tahun 2016 tentang Sturuktur Organisasi Dan Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Serang.

TUGAS POKOK

    "Membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian penunjang urusan pemerintahaan yang menjadi kewenangan daerah bidang keuangan"

 FUNGSI

1.Penyusunan kebijakan tekhnis pengelolaan keuangan dan asset daerah

2.Pelaksanaan tugas dukungan tekhnis pengelolaan keuangan dan aset daerah

3.Pemantauan,evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan tekhnis pengelolaan keuangan dan       asset daerah

4.Pembinaan tekhnis penyelenggaraan pengelolaan dan assets daerah

5.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan bupati

Struktur BPKAD










Sunday, May 22, 2016

SUN TZU seorang jendral ahli strategy perang

Jauh sebelum para pakar-pakar pemasaran menemukan teori-teori praktis
pemasaran seperti saat ini, dunia persilatan ini pernah memiliki seorang ahli
strategi perang yang ide dan gagasannya kemudian mengilhami banyak
pemikiran dalam dunia marketing. Dialah SUN TZU, pria kelahiran 2.500 tahun
lalu yang memiliki kemampuan dalam menciptakan falsafah yang justru
semakin relevan dengan dunia marketing saat ini. Walaupun demikian, Sun
Tzu bukanlah seorang paranormal. Ajaran-ajaran tentang strategi perang
ditujukan untuk kondisi pada masa itu, di mana negerinya banyak terlibat
peperangan. Tapi Sun Tzu mungkin tidak pernah menyadari bahwa ajarannya
itu justru memiliki dampak yang jauh lebih besar pada era modern seperti
sekarang ini. Ajarannya tidak hanya dijadikan sebagai salah satu mata
pelajaran di sekolah militer, tetatetapi bahkan dipergunakan di berbagai bidang,
mulai dari ekonomi, politik, corporate strategy, human resource, finance,
bahkan sampai dipakai sebagai cara untuk mendidik anak juga.
Siapakah sebenarnya Sun Tzu? Dan mengapa ajarannya begitu berpengaruh?
Bagaimana relevansinya dengan dunia pemasaran atau bidang lainnya yang
terkait seperti selling, customer service, distribusi, promosi, dan lain-lainnya?
Marilah kita simak ulasan mading MQC kali ini dengan seksama, OK ?
Pria yang bernama asli SUN WU ini diperkirakan lahir pada tahun 544 SM dan
merupakan seorang panglima perang di masa pemerintahan raja Helu dari
kerajaan Wu, yang memerintah pada tahun 510 SM. Setelah menulis The Art
of War, Sun Tzu diminta oleh seorang raja dari kerajaan Wu untuk
mendemostrasikan keahliannya melatih pasukan militer. Sayangnya sang raja
kemudian tidak sempat melihat keberhasilan Sun Tzu membawa kejayaan
negerinya, lantaran keburu wafat. Namun demikian, Sun Tzu memegang
kendali militer kerajaan Wu. Di tangannyalah kerajaan ini, yang kemudian
dipegang oleh raja Helu, menjadi negara yang paling kuat pada zaman
tersebut. Sun Tzu diperkirakan meninggal pada tahun 496 SM. Namun
demikian, kejayaan kerajaan Wu masih terus berlanjut. Sekalipun telah
meninggal, ajaran Sun Tzu terus berkembang di negeri Cina dan cukup
mempengaruhi pemikiran-pemikiran di Cina selanjutnya. Ajaran ini masuk ke
pola pemikiran barat setelah dibawa oleh seorang pastur Jesuit pada tahun
700an. Naskah asli Sun Tzu sendiri mulai diterjemahkan ke dalam bahasa
Inggris pada tahun 1905 oleh Calthrop, dan pada tahun 1910 oleh Lionel Giles,
serta disempurnakna oleh Samuel Griffith –seorang Jendral AS yang
menerbitkan buku Art of War pada tahun 1960an.
Bisnis adalah perang, karena pada dasarnya menjalankan bisnis adalah
menjalankan strategi bertahan, menyerang dan menaklukan musuh. Itulah
sebabnya, banyak sekali falsafah perang yang kemudian diterapkan dalam
strategi bisnis. Demikian halnya dengan teori pemasaran, pakar pemasaran
seperti Philip Kotler pun memasukkan teori perang dalam bukunya seperti
flanking strategy, guerilla strategy, defending strategy, dan attacking strategy
(silahkan baca buku Marketing Management, Philip Kotler). Bicara masalah
perang, sebuah kitab karangan Sun Tzu menjadi karya strategi perang paling
mahsyur dan paling berpengaruh di dunia. Bing Fa atau The Art of War,
demikian jika diterjemahkan dalam bahasa Inggris, merupakan falsafah
perang yang tidak hanya menjadi buku panduan perang, tetapi juga menjadi
dasar pembuatan strategi bisnis di banyak perusahaan. Dalam berperang,
falsafah Sun Tzu ini banyak dipergunakan sebagai strategi berperang di Cina,
Vietnam, dan Jepang. Di Eropa, menurut legenda, keberhasilan Napoleon
Bonaparte menguasai Eropa adalah berkat menggunakan strategi perang ala
Sun Tzu. Ajaran ini kemudian menjadi bahan pembelajaran dalam perang
modern. Pemikiran Jendral-jendral besar di Amerika Serikat seperti Patton,
banyak dipengaruhi ajaran yang lahir 500 tahun Sebelum Masehi (SM) ini.
Bahkan beberapa buku yang beredar di Amerika Serikat percaya bahwa
strategi Sun Tzu bisa diandalakan dalam perang melawan teroris.
Falsafah perang kemudian juga dipergunakan oleh para pebisnis. Tidak kurang
eksekutif top dunia semacam Jack Welch menjalankan ajaran Sun Tzu. Ajaran
ini tidak hanya dipergunakan dalam strategic management, tetapi juga di
bidang lain seperti sumber daya manusia, penjualan, pemasaran, customer
satisfaction, finance, hingga dipergunakan pada program self motifation. Itulah
sebabnya, di luar negeri banyak sekali pelatihan dan konsultasi bisnis yang
mengadopsi falsafah kuno Sun Tzu sebagai frame worknya.
Lalu mengapa Sun Tzu bisa menjadi ajaran yang begitu berpengaruh di dunia?
Dr. Foo Check Teck, pengarang buku Organizing Strategy: Sun Tzu Business
Warecraft, mengatakan bahwa kekuatan dari ajaran Sun Tzu adalah
kemampuannya menembus batas-batas zaman hingga kini, bahkan mungkin
hingga tidak ada lagi yang namanya peperangan di dunia ini.
Marketing memang identik dengan peperangan. Keberhasilan strategi militer
mengilhami konsep-konsep yang melahirkan suksesnya pemasaran.
Karenanya, beberapa “jurus” Sun Tzu sangat relevan diterapkan dalam dunia
pemasaran. Strategi merupakan kata yang acap kali mendapatkan perhatian
dalam pemasaran. Pada hakikatnya, strategi (how) adalah cara mencapai
suatu tujuan (what). Sementara dalam marketing strategy, pemasaran justru
bertujuan untuk menyeleksi, melayani, dan memuaskan pelanggan dalam
kondisi yang menguntungkan. Maka dari strategi itu, strategi pemasaran
merupakan cara dari sebuah perusahaan untuk meraih tujuannya, yang
mencakup studi segmentasi, analisis kompetitif, dan taktik marketing mix 4P
(Product, Place, Price, Promotion).
Dewasa ini, berbagai tulisan telah mengulas persamaan antara strategi militer
dan strategi pemasaran. Para pengarangnya kerap menggunakan istilah
militer seperti “menyerang lebih dahulu”, “serangan kilat”, “daerah tak
bertuan”, “gerilya”, “rantai komando”, dan strategi lainnya. Sementara itu di
antara para ahli strategi perang, nama Sun Tzu diakui sebagai ahli strategi
militer terbesar. Sejumlah pemimpin militer sukses (seperti Jendral Patton)
dan eksekutif bisnis (seperti Jack Welch, mantan CEO General Electric), sukses
lantaran menerapkan ajaran Sun Tzu.
Sun Tzu mengatakan, “Dalam perang, strategi terbaik adalah merebut suatu
negara secara utuh. Memperoleh 100 kemenangan dalam 100 pertempuran
bukanlah suatu keahlian. Namun menaklukan musuh tanpa bertempur, itu
baru keahlian.” Karena tujuan bisnis adalah survive dan meraih untung, maka
kita harus merebut pasar. Hal ini mesti dilaksanakan sedemikian rupa
sehingga pasar tidak hancur dalam prosesnya. Sun Tzu menyebutnya sebagai
menang tanpa bertempur”. Perusahaan bisa melakukannya denga beberapa
cara, seperti menyerang bagian pasar yang tidak terlayani. Jurus inilah yang
dipakai Yamaha Mio, yang semula para kompetitornya mengabaikan pasar
motor bebek untuk kalangan perempuan lantaran hanya memiliki pangsa
pasar yang kecil. Langkah ini ternyata membuahkan hasil karena menangkap
kebutuhan konsumen dari kalangan wanita yang mendambakan motor bebek
yang sesuai bagi wanita.
Pendekatan barat dalam persaingan bisnis biasanya lebih mengarahkan
perusahaan untuk menggelar strategi head on, serangan tertuju pada
kekuatan utama lawan. Gaya “macho” dalam strategi bisnis ini berujung pada
perang yang merugikan, di mana akhirnya pihak-pihak yang terlibat akan
menanggung biaya sangat tinggi. Sebaliknya, Sun Tzu justru mengarahkan
kita fokus pada kelemahan kompetitor, yang bakal memaksimalkan profit
karena dapat meminimalkan sumber daya yang digunakan.
“Pasukan itu ibarat air. Agar bisa mengalir, dia harus menghindari tempat
tinggi dan mencari tempat rendah. Makanya, hindarilah kekuatan dan
seranglah kelemahan lawan,” demikianlah petuahnya. Banyak orang yang
familiar dengan teknik SWOT sebagai cara untuk menganalisis situasi
perusahaan. Kebanyakan strategi pemasaran sudah menggunakan secara
implisit, namun tidak begitu sempurna karena kurang eksplisit. Perusahaan
sebaiknya menggunakan strategi “flanking” (menyerang sisi) terhadap pesaing
lewat diferensiasi, perluasan atau membentuk kembali kebutuhan
pelanggannya. Serangan bisa juga dilakukan ketika pesaing tak menduganya
sama sekali. Dalam hal ini terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diuji,
yaitu bagaimana taktik yang dilakukan dalam menyerang kelemahan pesaing?
Apa titik rawan perusahaan kita? Dan bagaimana cara melindungi dan
mengurangi serangan lawan?
Inilah petuah Sun Tzu yang sangat terkenal: “Kenalilah musuhmu dan
kenalilah dirimu, niscaya Anda akan berjaya dalam ratusan pertempuran.”
Agar bisa tahu dan mengeksploitasi kelemahan lawan, butuh pemahaman
mendalam tentang strategi, kapabilitas, pemikiran, dan hasrat para
pemimpinnya; seperti juga pengetahuan yang dalam atas kekuatan dan
kelemahan diri kita sendiri. Penting juga untuk mengerti keseluruhan
persaingan serta tren industri di sekeliling. Dengan demikian kita bisa memiliki
feeling atas medan laga tempat di mana kita akan bertempur. Sebaliknya,
untuk menjaga agar kompetitor tidak memakai strategi yang sama melawan
kita, penting kiranya untuk menutupi dan merahasiakan rencana tersebut.
“Suatu perencanaan akan membuahkan hasil maksimal bila kita mempunyai
informasi yang tepat waktu, relevan, dan akurat,” begitu pendapat Khoo Keng
Jor, penulis Applying Sun Tzu’s in Marketing. Karenanya, memaksimalkan
kekuatan dalam mengumpulkan informasi itu sangat penting. Penggunaan
intelejen pasar (spy) yang jitu akan meningkatkan pengetahuan untuk
menyerang pasar dan mendiferensiasikan diri dalam mind share pelanggan.
Dan pada akhirnya, pemasar tidak bisa mengabaikan gerakan pesaing, lebihlebih
lagi tidak bisa mengabaikan kebutuhan pelanggan. Di dunia pemasaran
kini, kita mesti mengenal siapa pelangan kita, mengenal siapa musuh kita,
dan mengenal diri kita sendiri untuk dapat merebut kemenangan.
Pemasar mesti bergerak cepat untuk dapat menguasai persaingan. Agar bisa
menggunakan pengetahuan dan tipuan secara penuh, Sun Tzu menyatakan
bahwa kita mesti mampu bertindak dengan kecepatan tinggi. “Bersandar apa
adanya tanpa persiapan merupakan kejahatan terbesar, persiapan terhadap
kemungkinan yang muncul adalah kebijakan terbesar.” Bergerak dengan cepat
bukan berarti mengerjakan secara tergesa-gesa. Kenyataannya, kecepatan
butuh persiapan matang. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengambil
keputusan, mengembangkan produk, dan layanan pelanggan adalah hal
utama. Memahami reaksi kompetitor potensial terhadap serangan kita
merupakan hal yang juga penting.
Timing dan kecepatan sangat krusial dalam banyak industri, baik teknologi,
farmasi, dan barang konsumsi. Kemampuan membaca pasar dan meluncurkan
produk secara cepat, biasanya merupakan langkah utama dalam meraih mind
share dan market share. Dalam pasar produk teknologi, misalnya, tiga besar
penguasa pasar sering punya pangsa pasar berturut-turut 50%, 15%, dan
5%; tergantung pada siapa yang muncul pertama, kecanggihan teknologi,
serta yang punya superioritas dan fungsionalitas. Waktu peluncuran dan
kecepatan tidak mutlak penting bagi semua bisnis, karena tergantung pada
tahap daur hidup sebuah produk dan kedinamisan industri yang bersangkutan,
tapi sangat relevan pada produk baru atau arah strategi. Kecepatan ini mesti
dilakukan lewat persiapan yang matang dan membangun struktur tertentu
yang cerdas, prospektif, dan adaptif.
“Mereka yang ahli adalah mereka yang menggiring lawan menuju medan
pertempuran dan bukan sebaliknya,” kata Sun Tzu. Membentuk medan
persaingan berarti mengubah aturan kontes (rules of contest), membuat
persaingan sesuai dengan keinginan kita. Maka dari itu, kendali situasi harus
berada dalam genggaman kita, bukan pesaing. Salah satu cara melakukan
strategi ini ialah melalui penggunaan aliansi. Dengan membangun jaringan
aliansi, pergerakan kompetitor dapat dibatasi. Demikian pula, dengan
mengontrol titik-titik strategis dalam industri, kita bakal sanggup membuat
pesaing menari sesuai irama yang kita tentukan.
Sekarang co-marketing dan co-branding populer digunakan untuk menaikan
marketing relationship, pelengkap produk dan pengalaman yang lain. Menurut
Sun Tzu, membangun jaringan aliansi yang kuat merupakan cara untuk
membendung gerakan aktratif lawan. IBM misalnya, bermitra dengan 30 lebih
vendor aplikasi guna menghadang serangan pesaing dengan perangkat solusi
yang luas dan lengkap. Ketimbang merger dan akuisisi, aliansi mudah
dibentuk dan mudah pula bubar. Ini mengurangi resiko investasi serta
memberikan respon pasar dan persaingan yang cepat. Setiap marketing plan
yang strategis mesti melibatkan identifikasi, analisis, dan evaluasi dari aliansi
potensial untuk mengendalikan medan persaingan. Namun, sebelum
membentuk aliansi, perlu dikaji keuntungan apa yang kita peroleh dan
tawarkan kepada pihak lain dalam beraliansi.
“Bila pemimpin memperlakukan orang dengan kebajikan, keadilan, dan
kebenaran, serta mengangkat rasa percaya diri mereka; semua pasukannya
akan satu pikiran dan senang melayani.” Implementasi suatu strategi
memerlukan delegasi. Butuh seorang pemimpin spesial untuk mewujudkan
konsep-konsep strategi ini dan memaksimalkan potensi karyawan. Sun Tzu
menggambarkan beberapa ciri dari seorang leader yang baik. Seorang
pemimpin harus bijak, tulus, ramah, berani, dan tegas. Pemimpin juga mesti
selalu memberikan contoh pada bawahannya. Hanya leader berkarakter yang
bisa merebut hati para karyawannya.
Seperti yang kita ketahui, kemampuan suatu perusahaan mendorong inisiatif
karyawannya merupakan hal yang amat penting. Hanya dengan demikianlah,
perusahaan tersebut bisa menyesuaikan strateginya, serta merespon
lingkungan kompetensi yang dinamis dan tuntutan pelanggan yang semakin
tinggi. Seperti yang dikatakan Sun Tzu, “Dalam perang sekarang, terdapat
seratus perubahan pada setiap langkahnya. Bila seseorang yakin ia mampu, ia
maju; bila ia menganggapnya sulit, ia bakal tertinggal.”
Jurus-jurus di atas telah dimanfaatkan sejak lama oleh kalangan militer dan
bisnis untuk membangun strategi kreatif dan mencapai kemenangan.
Pemikiran Sun Tzu tersebut dapat membantu untuk memprioritaskan pasar
dan menentukan fokus persaingan, yaitu seperti :
• Bagaimana mengeksploitasi kelemahan pesaing,
• Bagaimana membangun suatu tindakan yang akan membingungkan
lawan,
• Bagaimana menyiapkan dan meluncurkan inisiatif,
• Dan akhirnya bagaimana pemimpin berkualitas mencapai sukses
berkelanjutan.
Jika kita menggunakan secara tepat, niscaya sukses pun akan kita raih.
PERCAYALAH !!!
“Bisnis adalah perang, karena pada dasarnya menjalankan
bisnis adalah menjalankan strategi bertahan, menyerang dan
menaklukan musuh. Itulah sebabnya, banyak sekali falsafah
perang yang kemudian diterapkan dalam strategi bisnis”.

Friday, October 18, 2013

PERSONALIA

PENGERTIAN MANAJEMEN PERSONALIA
Me­rupakan fungsi bagian dari manajemen yang berkaitan dengan manusia khususnya bagaimana menjalin kerjasama dalam mengembangkan dan menumbuhkan  kebijaksanaan dalam mempengaruhi orang-orang dalam organisasi maupun membantu para pimpinan  untuk mengelola sumberdaya manusia yang dimiliki perusahaan.

Fungsi Manajemen Personalia
Fungsi manajemen personalia terdiri dari :
  1. Perencanaan. Perencanaan berarti menentukan program personalia yang akan membantu mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Tujuan ini memerlukan partisipasi aktif dari manajer personalia.
  2. Pengorganisasian. Jika perusahaan telah menentukan fungsi-fungsi yang harus dijalankan oleh karyawannya, maka manajer personalia harus membentuk organisasi dengan merancang susunan dari berbagai hubungan antara jabatan personalia dan faktor-faktor fisik. Organisasi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan.
  3. Pengarahan. Apabila manajer sudah mempunyai rencana dan sudah mempunyai organisasi untuk melaksanakan rencana tersebut, fungsi selanjutnya adalah mengadakan pengarahan terhadap pekerjaan. Fungsi itu berarti mengusahakan agar karyawan bekerja sama secara efektif.
  4. Pengawasan. Pengawasan adalah mengamati dan membandingkan pelaksanaan dengan rencana dan mengoreksinya apabila terjadi penyimpangan. Dengan kata lain pengawasan adalah fungsi yang menyangkut masalah pengaturan berbagai kegiatan sesui dengan rencana personalia yang dirumuskan sebagi dasar analisis dari tujuan organisasi fundamental.
Fungsi manajemen personalia secara operasionalnya terdiri dari :
  1. Pengadaan adalah menyediakan sejumlah tertentu karyawan dan jenis keahlian yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Tujuan tersebut menyangkut masalah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, proses seleksi dan penempatan kerja.
  2. Pengembangan karyawan yang telah diperoleh dengan malalui pelatihan dengan tujuan untuk mengembagkan ketrampilan. 
  3. Pemberian kompensasi adalah pemberian penghargaan yang adil dan layak terhadap para karyawan sesuai dengan sumbangan mereka dalam mencapai tujuan perusahaan.
  4. Pengintegrasian adalah menyangkut penyesuaian keinginan dari individu dengan keungan pihak perusahaan dan masyarakat.
  5. Pemeliharaan adalah mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang telah ada. 
Tugas Bagian Personalia
Tugas yang paling utama dari bagian personalia adalah menyediakan tenaga kerja dalam kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan oleh masing-masing bagian dalam perusahaan. Ini berarti bagian personalia memberikan layanan kepada bagian-bagian lain agar lebih mudah melaksanakan tugasnya.
Bagian personalia harus melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai pelayan bagi bagian-bagian lain di dalam perusahaan, maka tugas manajemen personalia meliputi (Manullang, 2001):
A.Membuat anggaran tenaga kerja yang diperlukan;
B.Membuat . Job Analysis. Job Specification, Job Description
Merupakan kegiatan untuk meneliti dan mengumpulkan informasi mengenai jenis kegiatan yang akan dilakukan, tempat, lingkungan yang diperlukan dan alasan pekerjaan tersebut dilakukan dan bagaimana melaksanakan pekerjaan tersebut. Penelitian ini akan menghasilkan spesifikasi jabatan dan deskripsi jabatan.
            2. Job Specification. (spesifikasi jabatan).
Spesifikasi jabatan adalah uraian mengenai batas persyaratan minimum pegawai yang dapat menduduki jabatan tertentu agar bekerja efektif dan efisien.
           3. Job Description. (deskripsi jabatan)
Adalah uraian mengenai hak dan kewajiban seseorang pada jabatan tertentu.
Setelah itu maka perusahaan akan melakukan proses penarikan tenaga kerja, menurut Edwin B Flippo dalam buku "Principles of Personal Management," 
ada 7 unsur ke­giatan harus dilakukan dalam penarikan dan pemilihan tenaga kerja yaitu:
       1. Wawancara pendahuluan ( Initial or preliminary interview ).
       2. Pengisian blangko ( Aplication blank or blanks ).
       3. Pemeriksaan referensi ( Check of references ).
       4. Test psikologi ( Psychological Test ).
       5. Wawancara ( Employment interview ).
       6. Persetujuan supervisor ( Approval by the supervisor ).
       7. Pemeriksaan kesehatan fisik ( Physical Examination ).
Yang perlu dilakukan perusahaan setelah tenaga kerja lulus dan diterima sebagai karyawan baru maka perusahaan harus memperkenalkan lingkungan perusahaan :
       1. Sejarah perusahaan.
       2. Produk yang dihasilkan.
       3. Kondisi kerja.
       4. Upah atau gaji.
       5. Program kesehatan dan pelayanan.
       6. Teman pekerjaan.
       7. Alat-alat yang digunakan.
       8. Tujuan pelaksanaan kegiatan.

C.Menentukan dan memberikan sumber-sumber tenaga kerja;
D.Mengurus dan mengembangkan proses pendidikan dan pendidik;
E.Mengurus seleksi tenaga kerja
F.Mengurus soal-soal pemberhentian (pensiun);
G.Mengurus soal-soal kesejahteraan

BPKAD KABUPATEN SERANG

     KABUPATEN SERANG,  Kabupaten Serang merupakan salah satu dari delapan kabupaten/kota di Propinsi Banten,terletak diujung barat bagian u...