Tuesday, February 26, 2013

manajemen


Manajemen
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti "seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal.Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal

Fungsi manajemen

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20.Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tigayaitu:
1.     Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2.     Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, dan pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3.     Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
4.     Pengawasan(controlling)setelah semuanya di lakukan  fungsi terakhir adaalah pengawasan,agar semuanya sesuai apa yang kita harapkan

Prinsip manajemen

Prinsip-prinsip dalam manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-situasi yang berubah. Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:
1.     Pembagian kerja (division of work)
2.     Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
3.     Disiplin (discipline)
4.     Kesatuan perintah (unity of command)
5.     Kesatuan pengarahan (unity of direction)
6.     Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)
7.     Pembayaran upah yang adil (remuneration)
8.     Pemusatan (centralisation)
9.     Hirarki (hierarchy)
10. Tata tertib (order)
11. Keadilan (equity)
12. Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
13. Inisiatif (Inisiative)
14. Semangat kesatuan (esprits de corps)

Teori manajemen

Manajemen ilmiah

Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut.[9] Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.[9]
Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.

Pendekatan kuantitatif

Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif—seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer—untuk membantu manajemen mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya; analisis jalur kritis(Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.
Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II.[12] Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki "Whiz Kids."[12] Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.

Klasifikasi

Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:
·         Aliran klasik: Aliran ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.
·         Aliran perilaku: Aliran ini sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami manusia.
·         Aliran manajemen Ilmiah: aliran ini menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
·         Aliran analisis sistem: Aliran ini memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya.
·         Aliran manajemen berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.
·         Aliran manajemen mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen.

Thursday, February 21, 2013

pertimbangan peniadaan jenis produk atau departemen di perusahaan


Peniadaan Jenis Produk / Departemen
Pada umumnya pengambilan keputusan untuk meniadakan (mengeliminasi) suatu jenis produk atau departemen timbul karena jenis produk atau departemen yang bersangkutan menderita kerugian secara terus menerus. Dalam hal ini, manajemen harus mempertimbangkan pendapatan diferensial dan biaya diferensial dalam pengambilan keputusan tersebut. Jika keputusan tersebut. Jika keputusan yang akan diambil adalah meniadakan salah satu jenis produk/departement, harus pula dipertimbangkan adanya biaya terhindarkan (avoidable cost) dan biaya tak terhindarkan (unavoidable cost). Biaya terhindarkan adalah biaya-biaya yang tidak akan terjadi, jika suatu jenis produk/departemen ditiadakan (dieliminasi). Sebaliknya biaya tak terhindarkan adalah biaya yang tetap akan terjadi dengan pengambilan keputusan untuk meniadakan suatu jenis produk/departemen. Biaya tak terhindarkan tersebut pada umumnya merupakan biaya bersama (joint cost) bagi beberapa jenis produk/departemen, sehingga peniadaan salah satu jenis produk/departemen tidak mempengaruhi terjadinya biaya relevan.
Dalam pengertian biaya relevan, biaya terhindarkan merupakan biaya relevan yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif. Biaya tak terhindarkan merupakan biaya yang tidak relevan dalam pengambilan keputusan.
Contoh 5.3.
Misalnya, sebuah Departemen Store memiliki 3 departemen utama yaitu: Departemen Makanan, Departemen Kelontong dan Departemen Obat-obatan. Berikut ini taksiran perhitungan rugi-laba untuk setiap departemen tersebut:


Departemen
Makanan
Kelontong
Obat-obatan
Jumlah
Hasil penjualan
5.000
4.000
500
9.500
Biaya variabel
4.000
2.800
300
7.100

1.000
1.200
200
2.400
Margin kontribusi




-   terhindarkan
750
500
75
1.325
-   tak terhindarkan
300
500
100
900
Jumlah
1.050
1.000
175
2.225
Laba rugi
(50)
200
25
175

Manajemen Departemen Store tersebut akan mengambil keputusan untuk meneruskan atau meniadakan. Departemen Makanan yang dalam beberapa tahun terakhir ini selalu merugi.
Berdasarkan data perhitungan rugi-laba ketiga departemen tersebut manajemen membuat analisa pendapatan diferensial dan biaya dierensial untuk kedua alternatif yang akan dipilih sebagai berikut:

Alterantif I
Meneruskan
Dep. Makanan
Alterantif II
Meniadakan
Dep. Makanan
Perbedaan
Hasil penjualan
Rp   9.500.000,00
Rp   4.500.000,00
Rp  5.000.000,00
Biaya:
       


-  Variabel
        7.100.000,00
        3.100.000,00
       4.000.000,00
-  Tetap terhindarkan
        1.325.000,00
           575.000,00
          750.000,00
Jumlah
Rp   8.425.000,00
Rp   3.675.000,00
Rp  4.750.000,00
Laba sebelum biaya tak terhindarkan diperhitungkan   *)


Rp   1.075.000,00


Rp      825.000,00


Rp     250.000,00
*) Kesimpulan :  perusahaan harus meneruskan dep.makanan !,  Karena Selisih pendapatan yang korbankan sebesar
(Rp. 5.000.000,-) itu lebih besar daripada biaya yang dapat dihindarkan (Rp. 4.750.000,-)  apabila perusahaan meniadakan departemen makanan.di samping itu terdapat pula biaya kesempatan yaitu pendapatan atau penghematan biaya yang di korbankan sebagai akibat di plihnya alternatif tertentu dan analisis di atas menunjukan biaya kesempatan adalah Rp.5000.000 yaitu apabila perusahaan meniadakan departemen makanan,sebaliknya jika biaya kesempatan lebih kecil di bandingkan dengan biaya terhindarkan jika perusahaan meniadakan departemen tersebut ,maka perusahaan memutuskan untuk meniadakan departemen tersebut.
Biaya terhindarkan merupakan variasi dari pengertian biaya tambahan ,oleh karena itu biaya terhindarkan sering pula di sebut sebagai penghematan biaya


Tuesday, January 29, 2013

cara menganggarkan bahan mentah

ANGGARAN BAHAN MENTAH.
Perencanaan bahan mentah ataupun suku cadang membutuhkan 4 sub anggaran
1.ANGGARAN KEBUTUHAN BAHAN MENTAH
Anggaran ini harus menentukan jumlah tiap bahan mentah dan suku cadangan yang di butuhkan untuk memproduksi menurut waktu,produk dan pusat tanggung jawab,
Tujuannya penyusunan anggaran bahan mentah untuk:
a.memberi data kepada bagian pembelian sehingga melakukan tugas perencanaan dan pengendalian secara baik.
b.memberi data untuk penyusunan anggaran biaya bahan mentah setiap jenis produk.
c.menentukan tingkat persediaan optimal
d.sebagai dasar perencanaan dan pengendalian pemakaian bahan mentah
Materi yang harus tercantum dalam penyusunan anggaran bahan mentah adalah:jenis barang jadi yang di hasilkkan,jenis bahan mentah yang di pergunakan,departemenbagian)yang di lalui dalam proses produksi,setandard penggunaan bahan mentah per unit(SUR),waktu pemakaian  bahan mentah(Minggu,bulan,triwulan,semester)
Perhitungan anggaran penggunaan bahan mentah :kebutuhan bahan mentah=unit produksi x SUR
2.ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN MENTAH
Anggaran pembelian bahan mentah menentukan jumlah yang di rencanakan untuk bahan mentah dan suku cadang yang di beli,biaya yang di perkirakan dan tanggal waktu pengiriman,
FAKTOR FAKTOR YANG HARUS DI LAKUKAN MANAJER PEMBELIAN ADALAH:
A.Mematuhi kebijakan manajemen tentang tingkat persediaan bahan mentah
b.mematuhi jumlah unit dan waktu pembelian untuk setiap jenis bahan dan suku cadang
c.memperkirakan biaya per unit dari setiap bahan dan suku cadang yang akan di beli
FORMULA YANG DI GUNAKAN:
        Kebutuhan bahan mentah…………….xxx
        Persediaan akhir bulan mentah…….xxx  +
        Jumlah kebutuhan sementara……….xxx
        Persediaan awal bahan mentah…….xxx  -
        Unit bahan mentah yang di beli…….xxx
Pembelian Bahan Mentah= Unit beli bahan mentah x harga beli per unit

Contoh kasus
PY Mitra abadi adalah sebuah perysahaan yang memproduksi dan menjual jaket kulit yang menggunakan dua macam bahan mentah yaitu kain satin dan kulit.pada saat ini pimpinan perusahaan mulai menyusun rencana pembelian bahan mentah untuk tahun 2000.sebagaian dari rencana yang telah di susun adalah sebagai berikut
Setelah jumlah kebutuhan bahan mentah per periode sudah di ketahui ,bisa di perhitungkan tingkat pembelian ekonomis(Economy order quantity/EOQ),factor factor yang harus di pertimbangkan untuk menentukan tingkat pembelian ekonomis adalah:1.jumlah pembelian ekonomis,2,waktu pembelian ekonomis,3,persediaan

perencanaan dan pengendalian tenaga kerja

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN TENAGA KERJA LANGSUNG
Hal hal yang perlu di perhatikan dalam pengendalian dan perencanaan tenaga kerja langsung:
1.kebutuhan personel
2.penerimaan tenaga kerja
3.pelatihan
4.pengukuran kinerja
5.urutan tugas dan penilaian
6negosiasi dengan serikat pekerja
7.administrasi upah dan gaji
Fungsi perencanaan dan pengendalian anggaran tenaga kerja
1.pemakaian tenaga kerja bisa lebih efesien karena perencanaan dan standar telah di tentukan dengan matang
2.pengeluaran(biaya)tenaga kerja dapat di rencanakan dan di atur secara efesien
3.harga pokok barang dapat di hitung
PENYUSUNAN ANGGARAN TENAGA KERJA LANGSUNG
Dalam penyusunan anggaran tenaga kerja langsung di perlukan dasar satuan utama yang di gunakan untuk menghitungnya,satuan hitung yang seringkalli di gunakan adalah satuan hitung atas dasar jam tenaga kerja langsung(Direct labour hour) dan biaya tenaga kerja langsung.
Langkah langkah yang di perlukan dalam penyusunan anggaran tenaga kerja langsung adalah
1.kumpulkan data data yang bersangkutan dengan.jenis dan kualifikasi yang di butuhkan,jumlah masing masing tenaga kerja yang di butuhkan di bagian masing masing dan tingkat kegiatan
Data data itu di susun berdasarkan hasil perkiraan langsung dari masing masing kepala bagian
2.penentuan standar tenaga kerja
Langkah selanjutnya adalah menghitung jam tenaga kerja langsung untuk masing masing jenis barang yang di hasilkan atau masing masing bagian tempat mereka bekerja,yang menjadi setandar tenaga kerja,jadi standar tenaga kerja merupakan jumlah waktu yang secara beralasan di pakai untuk melaksanakan kegiatan terntentu dengan berdasar waktu/derajat terntentu dengan memanfaatkan metode yang telah di tentukan  berdasar kondisi kerja normal,setandar setandar ini memenuhi kebutuhan para karyawan,memberikan ukuran kinerja bagi perusahaan dan memperlancar penjadwalan dan penentuan biaya operasi.
Tekhnik pengukuran kerja yang di gunakan sebagai setandar tenaga kerja:
Analisa gerak
Analisa gerak merupakan pengamatan terhadap gerakan gerakan yang di lakukan dalam rangka proses produksi satu jenis barang tertentu.dalam analisis ini di teliti gerak gerak yang ada dalam pekerjaan dan di ambil gambarnya untuk di anaisis gerak mana yang tidak perlu.
Analisis waktu
Yaitu penghitungan waktu yang di butuhkan untuk setiap gerakan yang di lakukan dalam rangka proses produksi,sebagai hasilnya di lakukan analisa gerak dan waktu ini akan memperoleh “waktu standar”yang di perlukan untuk menyelesaikan satu unit barang yang di nyatakan dengan”direct labor hour”(DLH)
Sampling kerja
Yaitu teknik pengukuran yang terdiri atas pengambilan pengamatan secara acak karyawan untuk menentukan proporsi waktu yang mereka pakai dalam mengerjakan berbagai jenis kegiatan,tekhnik ini bermanfaat terutama untuk menganalisis kegiatan kelompok dan kegiatan yang bersiklus lama,data di catat dalam bentuk hitungan waktu kerja atau menganggur,bukan di hitung dengan stopwatch
Setelah di hitung jam tenaga kerja langsung untuk tiap jenis jenis barang kemudian buatlah perkiraan  tentang perkiraan tingkat upah rata rata untuk tahun anggaran yang bersangkutan ,cara yang termudah untuk mencari tingkat upah rata rata per orang per jam tenaga kerja langsung adalah dengan membagi jumlah rupiah yang di keluarkan untuk membayar tenaga kerja langsung dengan jumlah jam tenaga kerja langsung yang di perlukan
Contoh
Pada tahun 2000 dalam sebuah perusahaan,tenaga kerja langsung pada pabrik di golongkan menjadi 3  tingkatan yakni golongan I,ii dan iii
Upah per jam tenaga kerja langsung masing maisng golongan adalah:
-          Golongan I  =Rp.450 /orang/DLH
-          Golongan ii  =Rp.600/orang/DLH
-          Golongan iii =Rp.750/orang/DLH
Jumlah masing masing golongan adalah
-          Golongan I =50 orang
-          Golongan ii =20 orang
-          Golongan iii=5 orang
PENYELESAIAN
TINGKAT UPAH RATA RATA TENAGA KERJA LANGSUNG ADALAH:
Golongan
Tingkat upah per jam(Rp/Orang/DLH)
Jumlah TK (orang)
Jumlah DLH
Jumlah(Rp)
I
450
50
100
=2.250.000
Ii
600
20
100
1.200.000
Iii
750
5
100
375.000


75
100
3.825.000

                             7.500

 Tingkat upah rata rata=Rp.3.825.000/7.500=Rp.510-/orang/DLH
Catatan:
Perlu di perhatikan bahwa tingkat upah rata rata dapat berubah apabilaterjadi perubahan penggunaan tenaga kerja seperti:rasio kuantitas masing masing golongan tenaga kerja,rasio tingkat upah masing masing golongan tenaga kerja
DLH= adalah satuan hitung atas dasar jam tenaga kerja langsung(Direct labour hour)

Saturday, January 12, 2013

menghitung pesanan khusus


Misalnya,perhitungan laba rugi perusahaan sebelum pengerjaan khusus adalah  sebagai berikut:

Hasil Penjualan 1.000xRp.2000                                                          =Rp.2000.000
Biaya Produksi:
Variabel 1.000xRp,1200=Rp,1.200.000
Tetap                                                       300.000+
                                                                                                      =Rp.1.500.000_
Laba Kotor                                                                                        Rp.500.000
Biaya Usaha                                                                                       Rp.150.000
Laba Bersih                                                                                       Rp.350.000

Keterangan:berdasarkan data di atas biaya produksi rata rata pertahun adalah RP.1.500(Rp 1.500.000:1.000)dan perusahan menerima pesanan khusus sebanyak 100 unit dengan harga jual 1.400 per unit produk  dan untuk mengerjakan  pesanan itu perusahan tidak usah menambah biaya produksi.bagaimana keputusan manajemen mengenai keputusan khusus tersebut???daripada biaya 1.500 per unit tentu akan di tolak akan tetapi manajemen harus memperhatikan informasi relevan seperti ini:

Keterangan            Tanpa pesanan khusus              dengan pesanan khusus           perbedaan

Hasil penjualan
1.000xRp.2.000                   Rp.2.000.000                               -                                      -
100xRp.1.400                                   -                        Rp.2.140.000                          RP.140.000
Biaya produksi vribel
1.000xRP1.200                    RP1.200.000                               -                                        -
1.100xRp.1.200                            -                           Rp.1.320.000                            Rp.120.000
Margin kontribusi                Rp.800.000                         Rp.820.000                             Rp.20.000

Berdasarkan analisis di atas maka sebaiknya manajemen menerima pesanan penjualan khusus tersebut,karena tambahan pendapatannya (Rp.140.000)lebih besar daripada tambahan biayanya(Rp.120.000)dengan mengerjakan pesanan khusus tersebut margin kontribusinya(Rp 800.000)dalam biaya relevan ada istilah biaya tambahan yaitu tambahan biaya yang akan terjadi  jika suatu alternative di pilih,dalam contoh di atas biaya tambahannya adalah Rp.120.000jika pesanan khusus di terima

                                                                                                                                                                                                

BPKAD KABUPATEN SERANG

     KABUPATEN SERANG,  Kabupaten Serang merupakan salah satu dari delapan kabupaten/kota di Propinsi Banten,terletak diujung barat bagian u...